
Senin, 13 April 2026, 15:08
Penulis : Minvest
Pernah merasa isi snack favoritmu makin sedikit, padahal harganya tetap sama? Kalau iya, kamu tidak sendirian dan kamu juga tidak berhalusinasi. Fenomena ini nyata dan punya nama: shrinkflation.
Shrinkflation adalah gabungan dari kata shrink (menyusut) dan inflation (inflasi). Istilah ini digunakan untuk menggambarkan strategi produsen yang mengurangi ukuran, berat, atau jumlah isi produk tanpa menurunkan harga.
Contohnya:
Sekilas terlihat sama, tapi sebenarnya kamu mendapatkan lebih sedikit.
Saat biaya produksi meningkat—seperti harga bahan baku, distribusi, atau energi perusahaan punya dua pilihan:
Banyak brand memilih opsi kedua karena:
Dengan kata lain, shrinkflation adalah cara “halus” untuk menjaga keuntungan tanpa membuat konsumen langsung kabur.
Shrinkflation bisa membuat konsumen:
Karena perubahan biasanya kecil dan bertahap, banyak orang tidak langsung menyadarinya.
Agar tidak jadi korban shrinkflation, kamu bisa mulai lebih teliti saat belanja:
Jangan hanya melihat harga. Perhatikan label berat atau volume (gram/ml).
Misalnya harga per 100 gram atau per liter ini lebih akurat daripada harga total.
Kadang shrinkflation dibarengi desain kemasan baru agar perubahan tidak terlalu terlihat.
Kalau merasa ada yang berbeda, bandingkan dengan produk lama atau brand lain.
Shrinkflation adalah strategi bisnis yang semakin umum di tengah tekanan inflasi. Meskipun tidak ilegal, praktik ini bisa merugikan konsumen jika tidak disadari.
Kuncinya sederhana: jangan hanya lihat harga cek isi sebenarnya.
Dengan lebih teliti, kamu bisa tetap jadi pembeli cerdas dan tidak mudah “tertipu” oleh kemasan besar dengan isi yang mengecil.
muhammad fachmy
13/4/2026