
Jumat, 10 Oktober 2025, 14:49
Penulis : Minvest
Jakarta, 10 Oktober 2025 — PT Sepatu Bata Tbk resmi menutup seluruh operasional produksinya di Indonesia. Keputusan besar ini diambil setelah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 25 September 2025. Dengan keputusan ini, Bata menegaskan bahwa mereka tidak lagi akan mengoperasikan lini produksi sepatunya di dalam negeri.

Sebagai gantinya, perusahaan yang telah hadir di Indonesia sejak tahun 1931 itu akan mengalihkan fokus bisnisnya ke strategi penjualan digital dan e-commerce. Dalam keterangan resmi di situs web perusahaan, manajemen Bata menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, yang kini lebih banyak berbelanja secara online.
“Kami terus beradaptasi dengan dinamika pasar. Fokus kami ke depan adalah memperkuat kehadiran di kanal digital dan memberikan pengalaman belanja yang lebih mudah dan efisien bagi pelanggan,” tulis manajemen Bata dalam pernyataannya.
Penutupan operasional ini bukan langkah pertama. Sebelumnya, pada tahun 2024, Bata telah menutup pabriknya di Purwakarta, Jawa Barat, sebagai bagian dari proses restrukturisasi besar-besaran. Langkah tersebut diambil untuk menjaga efisiensi dan keberlanjutan bisnis di tengah kompetisi industri alas kaki yang semakin ketat.
Meskipun menutup fasilitas produksinya, Bata menegaskan bahwa brand dan produk mereka akan tetap tersedia di pasar Indonesia, baik melalui toko ritel maupun platform online. Perusahaan juga berencana memperkuat kolaborasi dengan mitra manufaktur eksternal untuk memastikan ketersediaan produk tetap stabil.
Langkah strategis ini mencerminkan tren yang lebih luas di dunia bisnis ritel, di mana banyak perusahaan global mulai mengutamakan digitalisasi dan efisiensi rantai pasok dibanding mempertahankan model produksi konvensional.
Bagi sebagian pihak, keputusan ini menandai akhir dari sebuah era produksi lokal legendaris, namun juga membuka babak baru bagi Bata dalam menghadapi tantangan ekonomi digital.