
Senin, 09 Maret 2026, 16:41
Penulis : Minvest
Pinews — Suasana meriah menyelimuti kawasan Bundaran Hotel Indonesia pada Minggu malam ketika ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan pawai ogoh-ogoh dalam rangka menyambut perayaan Hari Raya Nyepi. Pawai budaya yang identik dengan tradisi masyarakat Bali ini menjadi tontonan menarik bagi warga Jakarta dan wisatawan yang melintas di pusat ibu kota.
Berbagai ogoh-ogoh berukuran besar diarak mengelilingi kawasan Bundaran HI oleh para peserta pawai yang sebagian besar berasal dari komunitas Hindu Bali di Jakarta. Patung ogoh-ogoh yang menggambarkan sosok raksasa dan makhluk mitologi tersebut dibuat dengan detail dan warna mencolok, menarik perhatian para penonton yang memadati area sekitar.
Selain arak-arakan ogoh-ogoh, acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan musik tradisional Bali seperti gamelan dan tari-tarian khas yang menambah semarak suasana malam. Banyak pengunjung yang mengabadikan momen tersebut dengan ponsel mereka, menciptakan suasana yang ramai namun tetap tertib.
Ketua panitia acara mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan budaya Bali kepada masyarakat luas sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama di ibu kota. “Pawai ogoh-ogoh bukan hanya tradisi keagamaan, tetapi juga bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang patut dilestarikan,” ujarnya.
Tradisi ogoh-ogoh sendiri biasanya dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi, yang dikenal sebagai malam pengerupukan. Dalam tradisi tersebut, ogoh-ogoh diarak keliling sebelum akhirnya dibakar sebagai simbol membersihkan alam dari unsur-unsur negatif.
Dengan digelarnya pawai ini di kawasan ikonik Jakarta, masyarakat diharapkan semakin mengenal dan menghargai keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Acara berlangsung aman dan tertib hingga selesai, sementara para pengunjung meninggalkan lokasi dengan kesan mendalam dari perayaan budaya yang penuh warna tersebut.